SORSEL BERSATU

Strategi Hanura Kejar 3 Besar di Pemilu 2019

baca

Strategi Hanura Kejar 3 Besar di Pemilu 2019
Sutrisno Iwantono (Foto: dok. pribadi)


Jakarta - Hanura memasang target tinggi pada Pemilu 2019, yaitu masuk partai tiga besar pemenang. Begini langkah Hanura untuk mewujudkan mimpi tersebut.

"Hanura menargetkan untuk menjadi tiga besar dalam Pemilu 2019. Pendaftaran caleg sedang berjalan dan telah ribuan orang yang mendaftar. Pendaftaran dilakukan di pusat maupun daerah. Banyak tokoh dari berbagai kalangan yang telah mendaftar," kata Ketua DPP Hanura Sutrisno Iwantono kepada wartawan, Selasa (24/4/2018).

Sutrisno menjelaskan soal visi ekonomi Hanura. Partai dengan warna khas oranye itu akan berfokus pada pemberdayaan ekonomi rakyat.



Berikut wawancara lengkap dengan Sutrisno:

Bagaimana target Hanura untuk Pemilu 2019?

Hanura menargetkan untuk menjadi tiga besar dalam Pemilu 2019. Pendaftaran caleg sedang berjalan dan telah ribuan orang yang mendaftar. Pendaftaran dilakukan di pusat maupun daerah. Banyak tokoh dari berbagai kalangan yang telah mendaftar. Tentu yang pertama adalah yang berasal dari anggota DPR pusat maupun daerah yang existing saat ini, pengurus partai, dan para kader di seluruh Indonesia. Di luar itu telah banyak tokoh baru yang masuk dari berbagai kalangan. Ada dari kalangan eks birokrat, sejumlah mantan dirjen, mantan deputi menteri, para mantan eselon 1 maupun eselon 2, mantan bupati dan wali kota, kalangan artis, tokoh pemuda dan masyarakat, olahragawan, dan lain-lain. Dan yang sudah sangat konkret adalah sejumlah anggota Dewan Perwakilan Daerah yang saat ini sudah mendaftar di Hanura. 

Apa program utama Hanura? 

Pemberdayaan ekonomi rakyat adalah agenda sentral dari perjuangan ekonomi Partai Hanura melalui proses pembangunan daerah. Suka atau tidak suka, kita harus mengakui bahwa usaha-usaha rakyat dalam bentuk usaha kecil-menengah dan koperasi (UKMK) berperan sangat vital dalam ekonomi kita. Jumlah mereka lebih dari 99 persen pelaku usaha yang ada di Indonesia, menampung tenaga kerja yang sangat besar, mengatasi pengangguran dan telah teruji menjadi katup pengaman bagi ekonomi yang mengalami guncangan. Di samping itu UKMK adalah pintu masuk bagi upaya membangkitkan potensi kewirausahaan di Indonesia, khususnya usaha-usaha baru berbasis ekonomi kreatif yang kiranya kita harapkan menjadi sektor unggulan di masa mendatang. 

Kita harus bantu UKMK mengatasi masalah-masalah pemasaran, permodalan, sumber daya manusia, dan teknologi. Di bidang perpajakan saya sangat mendukung rencana Bapak Presiden yang akan mengeluarkan kebijakan penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) final untuk usaha kecil menengah dari sebelumnya 1 persen menjadi 0,5 persen. Kebijakan ini sangat menyejukkan dan disambut gembira oleh pelaku usaha, khususnya pelaku UKM. Namun, sebagaimana diberitakan secara luas di media massa bahwa Ditjen Pajak menyatakan perlakuan bagi usaha kecil dan menengah ini hanya bersifat sementara, yaitu hanya 3 tahun bagi wajib pajak badan dan 5 tahun bagi wajib pajak orang pribadi. Berita ini tentu mengurangi rasa gembira dari pelaku UKMK. 

Saat ini, para pelaku UKM dengan omzet di bawah Rp 4,8 miliar per tahun dikenai tarif PPh final sebesar 1 persen dan tidak ada pembatasan jangka waktu sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan atas hasil usaha. Karena itulah kita tetap mendorong agar dalam ketentuan yang baru nantinya tidak dilakukan pembatasan jangka waktu, dan tetap berlaku bagi seluruh pelaku usaha dengan omzet Rp 4,8 miliar ke bawah dan tidak dibedakan bentuk badan usahanya. Artinya, berlaku bagi usaha perorangan, koperasi, perseroan terbatas, CV, firma, UD, dan badan usaha sejenisnya. Mengenai batasan omzet Rp 4,8 miliar ini mengingat sudah 5 tahun sejak 2013 kiranya dapat dipertimbangkan untuk ditingkatkan akibat adanya inflasi selama 5 tahun tersebut. 

Apa masukan Hanura untuk pemerintah? 

Untuk dapat memberikan masukan yang riil kepada pemerintah, kader kita arahkan agar membuat pemetaan tentang potensi daerah masing-masing. Tiap-tiap daerah tentu memiliki keunggulan yang berbeda. Potensi daerah yang berbasis kearifan lokal inilah yang terus kita gerakkan. Pada daerah tertentu pertanian menjadi unggulan, daerah lain mungkin industri pengolahan, atau perdagangan, atau jasa.

Secara nasional kita bisa lihat bahwa struktur produk domestik bruto kita pada 2017 adalah sebagai berikut: industri pengolahan menyumbang 20,18 persen; pertanian 13,4 persen; perdagangan 13,01 persen; konstruksi 10,38 persen; sedangkan sektor lain berada di bawah 8 persen. Dengan demikian, sektor-sektor ini penting untuk kita beri perhatian khusus. Bukan berarti sektor lain tidak penting, seperti misalnya sektor informasi dan komunikasi kontribusi terhadap PDB hanya 3,8 persen, tetapi pertumbuhannya tertinggi dibanding sektor lain, yaitu 9,81 persen per tahun. Dengan demikian, sektor ini, yang pada umumnya diisi oleh pelaku ekonomi kreatif, tentu harus memperoleh perhatian khusus. Industri kreatif berisikan para pebisnis pemula yang umumnya berasal dari generasi milenial, dan masa depan bangsa ini ada di tangan generasi milenial.

Dilihat dari sisi pengeluaran, PDB kita masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga mencapai 56,13 persen dari PDB, kemudian diikuti oleh pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau lebih dipahami sebagai investasi swasta yaitu 32,16 persen, dan disusul oleh ekspor 20,37 persen. Untuk itu, kita minta agar pemerintah terus konsisten berupaya meningkatkan daya beli masyarakat, mendorong peningkatan nilai tukar petani. 
(tor/van)