SORSEL BERSATU

Kesetaraan gender mampu mencegah diskriminasi

baca




Kesetaraan gender mampu mencegah diskriminasi terhadap perempuan yang selama ini terjadi di masyarakat, seperti diskriminasi dihadapan kasus perceraian, kasus pemerkosaan dan sebagainya.

Untuk mencapai tujuan–tujuan dengan membangun mekanisme baru yang memungkinkan perempuan dapat mempengaruhi secara langsung kebijakan ekonomi dan politik.

kebijakan politik secara langsung adalah dengan berpartisipasi dalam politik. Partisipasi dalam politik dapat dilakukan dengan cara menjadi anggota suatu partai dan mencalonkan diri menjadi anggota parlemen.

Penerapan asas demokrasi di Indonesia telah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh warga negara untuk berpartisipasi dalam bidang pembangunan tanpa adanya diskriminasi terhadap suku, ras, agama, dan gender.

Hal ini dikuatkan dengan adanya peluang bagi perempuan Indonesia untuk berpartisipasi aktif di dalam pembangunan termasuk pembangunan politik yang berwawasan). Akses perempuan untuk masuk ke bidang politik semakin besar karena didukung oleh PKPU NO 20 2018 untuk meningkatkan persentase perempuan di dalam bidang politik.

Masyarakat saat ini masih menjadikan perempuan sebagai pilihan kedua untuk menduduki jabatan politik. Hal ini terlihat dari data yang ada dalam sejarah politik Indonesia sejak pemilihan pertama tahun 1955.

Pemilihan umum pertama tahun 1955 merupakan pemilu dengan jumlah persentase perempuan dalam caleg yang paling rendah yaitu sebesar 3,8%, sementara angka tertinggi ada pada periode 1987-1992 yaitu 13%. Angka ini jelas belum bisa mewakili perempuan agar dapat bergerak lebih leluasa sehingga mampu memperjuangkan aspirasi kaum perempuan secara keseluruhan.

Minimnya jumlah persentase perempuan yang ada di politik, khususnya di legislatif disebabkan oleh banyak faktor, seperti agama, budaya, minimnya pengetahuan politik dan rendahnya kepercayaan diri Faktor lainnya yang menyebabkan minimnya persentase perempuan di legislatif karena para wanita tersebut kurang memiliki motivasi dan dukungan dari keluarga.

Persentase perempuan dapat ditingkatkan dengan cara berpartisipasi dalam partai politik dan meningkatkan motivasi perempuan untuk terlibat dalam politik, misalnya dengan menjadi calon legislatif (caleg). Motivasi perempuan untuk berpartisipasi dalam partai dapat dipengaruhi oleh beberapa hal seperti visi dan misi partai, ideology partai dan bentuk partai. beberapa caleg laki-laki berpartisipasi dalam politik disebabkan oleh keinginan mereka untuk terlihat lebih unggul di mata masyarakat, keinginan untuk memegang peranan penting dalam pemerintah dan merasa bahwa laki-laki adalah pemimpin dari perempuan sehingga untuk menjadi pemimpin dapat diwujudkan dengan terlibat dalam politik. CS