SORSEL BERSATU

Anggota Dewan

baca


Anggota Dewan...... sesuatu yang dibilang, Prestisius, terhormat, status sosial tinggi, ditambah pasilitas dan keperluan dicukupi, hidup dan kehidupan benar-benar dilayani oleh negara. Siapa yang tidak tergiur dan terobsesi dengan itu semua, sebagai manusia normal pasti menginginkannya.

Namun sebagai manusia yang diciptakan Tuhan sebagai mahkluk yang mulia, diantara mahkluk ciptaannya, apakah manusia ini konsepnya mulia mengejar obsesi tersebut. Tergantung pakem sepertinya.

Belum lagi penghasilan tetap yang diterima sebagai anggota dewan setiap bulannya, dan tetek bengek lainnya dalam satu tahun, masih bisa membawa pulang dengan jumlah yang cukup pantastis.

Apalagi jika anggota dewan yang diliputi oleh nafsu, maka hasilnya akan jauh lebih gila lagi. Naah... dengan status yang disandang, ditambah  penghasilan dan indikasi yang bisa saja terjadi, maka menjadi anggota dewan tidak ada ruginya, bahkan bisa  sebanding berbalik dengan modal yang dikeluarkan ketika mencalonkan menjadi anggota dewan.

Maka tidak heran, segala upaya dari  cara-cara rasional dan tak rasional akan ditempuh oleh calon anggota dewan yang konsepnya nafsu. Dan lebih tidak heran lagi setelah menjadi anggota dewan dengan cara tak rasional, ketika sidang berlangsung, yang tampak hanya kursinya. Keberadaan mesin absensi yang super canggih, masih bisa ditipu bahwa anggota dewan yang gaib tersebut menunjukan tanda  hadir, dan cukup disiplin.

Betul, tidak semua calon angota dewan terobsesi dari nafsu, ada juga wawasan dan intelektual yang dimilki berusaha mengabdi mewakili rakyat. Namun tidak sedikit pula calon anggota dewan yang berhitung dari hasil yang akan diperolehnya. Untuk anggota dewan perwakilan rakyat dengan posisi termiskin di fraksinya, masih bisa membawa pulang milyaran rupiah setiap tahunnya. Dan itu adalah haknya, sesuai UU.