SORSEL BERSATU

Dari balik atap nipa

baca

Di Negeri berbatuan, si hitam manis menikmati lukisan sang ilahi yang mempesona tepat di Tanah ia berpijak. Bersama iringan bunyi triton mereka mensyukuri lukisan titipan ilahi diatas tanah leluhur.
Dari balik atap nipa asap mengumpul di pagi buta bertanda kaum adam dan hawa mulai beraktifitas. Saling menopang melindungi dan menghormati merupakan harmoni yg lahir dgn sendirinya tampah dilatih. Subuh pergi beriring bersama entah ke laut maupun ke hutan bagi mereka segalah sesuatu sudah di sediakan dan itu tinggal dinikmati. Petang pulang berkumpul kembali dibalik atap nipa.
Kehidupan bergulir beriring bersama waktu hingga kenyataan itu membawah kehidupan atap nipa menjadi SENGK dengan segalah isinya diatas negeri ini yang tak di ketahui si hitam manis penghuni atap nipa.
Kesenangan itu memiliki fakta bahwa harus membungkus sejuta atap nipa bersama keharmonisan dan membuka bungkusan baru penuh dengan pembaharuan.

Kehidupan berputar kembali namun tidak pada porosnya semula walau masih dinikmati namun penopangan, perlindungan, seakan sirna bersama angin.
sekarang mulus yang menyenangkan. Namun berlahan tapi pasti suatu kebiasaan terbentuknya bukan keaslihan tetapi suatu serapan asing bukan turunan namun hanya hadir dimasa ini. TUAN RUMAH MEMATUNG, MEMANDANG KENYATAAN DIATAS KESENANGAN BAGAI SEGELAS KOPI TANPA LARUTAN GULA

Posting Komentar

0 Komentar